Katon Bagaskara

Wednesday, June 17, 2009 · 0 comments

Katon Bagaskara lahir dengan nama Ignatius Bagaskoro Katon tanggal 14 Juni 1966 di Magelang, Jawa Tengah. Sejak kecil, anak ke tiga dari pasangan AR. Djuano dan Agnes Sumarsih ini telah menunjukkan bakatnya. Katon menciptakan lagu pertamanya saat masih kelas VI SD untuk sang kakek yang telah tiada, dengan menggunakan piano kayu kecil.

Katon belajar bermain gitar dari kakak tertuanya, Andre Manika. Secara otodidak, ia berlatih terus dan mulai mencipta lagu dengan gitarnya. Pada awal-awal ia menulis lagu, seringkali Katon cukup terpengaruh oleh beberapa musisi senior, seperti Ebiet G. Ade untuk penulisan lirik, Fariz R.M untuk trend musik, Koes Plus dan juga The Beatles.


Lambat laun, di masa-masa SMA, Katon telah menemukan karakter musikalitasnya sendiri, di antaranya adalah : lirik yang filosofis, estetis dan romantis.

Pada tahun 1987, Katon pernah bekerja sebagai cabin crew di Perusahaan Penerbangan Garuda. Namun, jiwa seniman yang terpupuk sejak kecil rupanya tidak dapat diredam begitu saja. Akhirnya bersama Lilo, Adi dan Ari; Katon membentuk sebuah kelompok musik yang dinamakan KLa Project.

Bermodal uang tabungan secukupnya, kelompok ini masuk studio rekaman untuk membuat 'sample'. Hasil rekaman tersebut menjadi single Tentang Kita yang termuat dalam album 10 BINTANG NUSANTARA pada tahun 1988. Sampai saat ini, KLa Project telah mengeluarkan delapan buah album, ditambah 2 buah album kompilasi lagu-lagu terbaik mereka. Lagu duetnya dengan Ruth Sahanaya Usah Kau Lara Sendiri.

Pada bulan Oktober tahun 1996, Katon menikah dengan Ira Wibowo, seorang aktris dan juga presenter. Bersama dengan putri pertamanya - Chika Putri Bagaskara (lahir 9 Juni 1993); Katon dan Ira meniti kehidupan baru mereka, dan dari pernikahan tersebut Katon memberi Chika adik laki-laki Andhika Radya Bagaskara (lahir 28 Agustus 1997) dan Mario Arya Bagaskara (lahir 28 Agustus 2002).
Read More...

Bon Jovi _ Livin On Prayer

Tuesday, June 9, 2009 · 1 comments

Livin On APrayer
Once upon a time not so long ago

Tommy used to work on the docks
Union's been on strike
He's down on his luck it's tough
So tough

Gina works the diner all day
Working for her man
She brings home her pay for love
For love

She says, "We've got to hold on to what we've got
It doesn't make a difference if we make it or not
We've got each other and that's a lot for love
We'll give it a shot"

We're half way there
Livin' on a prayer
Take my hand and we'll make it, I swear
Livin' on a prayer

Tommy got his six string in hock
Now he's holding in
What he used to make it talk so tough
It's tough

Gina dreams of running away
When she cries in the night
Tommy whispers, "Baby, it's okay
Someday"

We've got to hold on to what we've got
'Cause it doesn't make a difference if we make it or not
We've got each other and that's a lot for love
We'll give it a shot

We're half way there
Livin' on a prayer
Take my hand and we'll make it, I swear
Livin' on a prayer

We've got to hold on ready or not
You live for the fight when it's all that you've got

We're half way there
Livin' on a prayer
Take my hand and we'll make it, I swear
Livin' on a prayer
Read More...

Manthous, Ngimpi, Bangawan Sore

Saturday, May 30, 2009 · 0 comments


Manthous lahir di Desa Playen, Gunung Kidul pada tahun 1950. Ketika berusia 16 tahun, Manthous memberanikan diri pergi ke Jakarta. Pilihan utamanya adalah hidup ngamen, yang ia anggap mewakili bakatnya. Namun, pada tahun 1969 dia bergabung dengan orkes keroncong Bintang Jakarta pimpinan Budiman BJ. Kemudian, pada tahun tahun 1976, Manthous yang juga piawai bermain bas mendirikan grup band Bieb Blues berciri funky rock bersama dengan Bieb anak Benyamin S. Bieb Blues bertahan hingga tahun 1980. Kemudian, Manthous bergabung dengan Idris Sardi, dalam grup Gambang Kromong Benyamin S. Selain itu, sebelumnya ia pernah juga menjadi pengiring Bing Slamet ketika tampil melawak dalam Grup Kwartet Jaya.

Kelihatannya semua pengalaman inilah yang membuat Manthous menguasai aliran musik apa pun. Dalam khazanah dangdut, bahkan, dia juga menjadi panutan karena mampu mencipta trik-trik permainan bas, yang kemudian ditiru oleh para pemain bas dangdut sekarang.

Pada tahun 1993, Manthous mendirikan Grup Musik Campursari Maju Lancar Gunung Kidul. Garapannya menampilkan kekhasan campursari dengan langgam-langgam Jawa yang sudah ada. Ada warna rock, reggae, gambang kromong, dan lainnya. Dengan gamelan yang diwarnai keyboard dan gitar bas. Bersama grup musik yang berdiri tahun 1993 dan beranggotakan saudara atau rekan sedaerah di Playen, Gunungkidul, Yogyakarta itu, Manthous menyelesaikan sejumlah volume rekaman di Semarang. Omzet penjualan mencapai 50.000 kaset setiap volume, tertinggi dibanding kaset langgam atau keroncong umumnya pada tahun-tahun pertengahan 1990-an.Di samping menyanyi sendiri dalam kegiatan rekaman itu Manthuos juga menampilkan suara penyanyi Sulasmi dari Sragen, Minul dari Gunungkidul, dan Sunyahni dari Karanganyar.
Beberapa lagunya yang populer di antaranya :

Namun, karya besarnya yang banyak dikenal oleh orang Indonesia adalah Getuk yang pertama kali dipopulerkan oleh Nurafni Octavia. Sampai sebelum akhirnya terkena serangan stroke, Manthous bersama Grup Campursari Maju Lancar Gunungkidul menjadi kiblat bagi para pencinta lagu-lagu langgam Jawa dan campursari.
Read More...